Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Untuk SMA/SMK Kelas X (Kurikulum Merdeka)
Alquran adalah perkataan Allah yg diturunkan kepada seluruh makhluk Nya dgn perantara malaikat ataupun secara langsung. Kisah-kisah yg terdapat dlm Al-Quran adalah kisah yg paling benar seperti disebutkan dlm firman Allah yg berbunyi Dan siapakah yg paling benar perkataannya dari pada Allah ? (QS.An Nisa 8). Dengan demikian semua kisah yg tertulis dalam AlQuran adalah benar tanpa penambahan dan…
Orang yang telah bersyahadat berarti dia telah menjadi seorang muslim dan benar-benar meyakini bahwa Allah Swt adalah satu-satunya Tuhan dan nabi Muhammad Saw sebagai utusan-Nya. Agama Islam dibangun di atas lima pilar atau lima tiang. Kelima pilar penopang itu adalah rukun Islam yang menjadikan agama Islam kuat dan kokoh berdiri. Sudah menjadi tugas bagi seluruh umat muslim untuk mengetahui…
Buku ini menyajikan gambaran sesungguhnya tentang kematian. Uraian tentang sakaratul maut yang husnul khatimah atau su'ul khatimah, para Nabi dan Rasul saat dicabut ruhnya, para sahabat Rasulullah SAW dalam mempersiapkan kematiannya, mengapa suatu bangsa dimusnahkan, serta bagaimana orang saleh dan kafir diperlakukan di alngit setelah kematian, dibahas secara lengkap mengacu pada Al-Qur'an dan …
HR. Abdul Latief Salam memeng manusia biasa tapi bagi kami beliau adlah Bapak kami,pemimpin kami, istri, dan anak-anaknya . Bagi kami Bapak adalah teladan, terlepas dari baik dan buruknya serta kelemahan-kelemahannya
Buku Panduan Agama Islam dan Budi Pekerti Untuk SMA/SMK Kelas X (Kurikulkum Merdeka)
Habib Muhammad bi Ali bin Hasan bin Thaha bin Yahya merupakan keturunana ke 34 Nabi Muihammad SAW. Setelah menetap di Tenggarong, Sultan Kutai memberi jabatan kepada habib Muhammad bin Ali bin Hasan bin Thaha sebagai Penghulu kerajaan Kutai Kartanegara serta diberi gelar Raden Syarif Penghulu yang kemudian bergelar Pangeran Noto Igomo . Selama memangku jabatannya tersebut, Pangeran Noto Igomo b…
Pemikiran seorang KH. Wahid Hasyim dalam mengembangkan agama Islam, pendidikan dan negara tertuang dalam perjuangan-perjuangan yang secara konkret dilakukannya. Perjuangan tersebut dimulai dari pondok Pesantren Tebuireng, Organisasi Nu dan Masyumi