Ada seekor anak monyet bernama Surili keluar dari sarang. Dia terkejut melihat benda aneh di bawah pohon. Benda itu bentuknya panjang dan berlubang-lubang. Surili pikir benda itu mati karena diam saja. Ketika Tupai dan Ular melihat benda itu, merka pun terkejut. Kira-kira apa ya, benda yang membuat Surili dan teman-temannya terkejut? Baca yuk, buku ini hingga selesai.
Adis senang sekali makan camilan di kamar. Terkadang bungkusnya ia selipkan di pinggir tempat tidur atau dibiarkan tergeletak di meja belajar. Kak Ira dering sekali mengingatkan, tetapi tetap saja Adis melakukannya. Saat tidur siang, tiba-tiba Adis menjerit kesakitan. Ternyata tubuhnya bentol-bentol dan berwarna merah mulai dari tangan hingga kaki. Kira-kira kenapa, ya? Siapa yang membuatn…
Salam dan Stella bersahabat. Mereka teman sekelas. Stella selalu menawari Salam naik mobil ke sekolah. Namun, Salam lebih memilih naik bus saja. Suatu hari, jalan di depan pasar sedng direnovasi. Dari sana, Salam berjalan kaki ke sekolah. Stella pun menawarkan hal yang sama. Sekali lagi, Salam menolak secara halus. Salam berjanji besok akan berangkat lebih pagi. Hari berikutnya, Salam kembal…
Adik-Adik yang berbahagia, Kakak punya cerita. Cerita ini tentang Nina, tetangga baru Aisyah. Suatu hari, Aisyah, Nina dan lainnya bermain petak umpet. Tiba-tiba ... "Ke mana Nina?" "Iya, Ke mana Nina?" "Nina ..., di mana kamu?" Nah, kemana Nina? Bukankah Nina ikut bermain juga? Kalian mau tahu, 'kan? Yuk, kita baca sama-sama!
Rumah Azka didatangi banyak orang. Azka kesal karena ia harus berbagi baju, juga meminjamkan selimut dan bantal kesayangan. Akan tetapi, saat melihat Sasti dan keluarganya yang menderita, Azka tidak tega. Ia ingin melakukan lebih banyak untuk membantu korban banjir itu.
Sejak Ayah tiada, Ibu Sumi berjualan es cendol untuk menghidupi keluarga. Sumi ingin meringankan pekerjaan Ibu. Setiap pulang sekolah ia selalu membantu. Sedotan bekas es cendol tidak Sumi buang. Ia tahu bahwa membuang sedotan dapat mengotori lingkungan. Sedotan-sedotan itu ia kumpulkan. Terkadan, ia merakitnya menjadi mainan. Suatu hari seorang pembeli bernama Siwi memberitahu Sumi. Kata…
Jayanti akan berkunjung ke rumah Paman Gaesan, Bibi Teti, dan Jola. Bibi Teti adlah seorang suku Sawu asli. Mereka tinggal di Nusa Tenggara Timur. Awalnya, Jayanti tidak sabar untuk pergi ke sana. Semuanya berubah saat Jayanti mengetahui bahwa suku Sawu memiliki cara bersalaman yang unik dan berbeda. Jayanti jadi cemas memikirkannya. Ia memutuskan untuk berlatih salam Sawu agar nanti terbias…
Simon, Kak Johan, dan Papa pergi menaiki sampai di Sungai Salawai Maluku. Mereka akan membuat tepung sagu. Tepung sagu dapat diolah menjadi berbagai macam makanan yang lezat. Papa mengajak Simon untuk terus menjaga tradisi membuat sagu di Maluku.
Jeprettt! Yah! Listrik padam di waktu malam. Rei dan Hana belum mengantuk. Hmmm, mereka mau melakukan apa, ya? Cetrek! Rei memainkan senter. Oh! Rei terkejut saat melihat bayangan hitam di dinding. Rei lalu terpikirkan sesuatu untuk menghibur Hana. Pasti akan seru! Kira-kira, apa yang dilakukan oleh Rei? Yuk, cari tahu jawabannya dalam buku ini.
Ke mana pun Ana pergi, ia tak pernah lupa menggendong ranselnya. Ana Si Ransel sebutannya. Ia suka memasukkan barang-barang ke dalam ranselnya. Ada krayon, kertas, koran, payung, dan sebagainya. Ia selalu membawakan nasi bungkus untuk pengemis di depan pintu gerbang sekolahnya. Pada saat hujan, ia mngeluarkan payung dari tasnya. Ketika tas temannya rusak, ia juga membantunya. Dengan rans…