Text
Menembus Badai : Pengembaraan Seorang Tionghoa-Indonesia Melintasi Rasisme, Kebangsaan, dan Sains
Judul asli : Chinese-Indonesian : an odyssey through racism, ethnicity and science. Buku yang berjudul Menembus Badai: Pengembaraan Seorang Tionghoa-Indonesia ini adalah sebuah otobiografi yang ditulis oleh Wu Da Ying, Ph.D dan Peilin Ngo, J.D tentang pengembaraan seorang Tionghoa-Indonesia melintasi rasisme, kebangsaan dan sains.
Baskara T. Wardaya, SJ dalam pengantar buku ini menyebutkan “sebagaimana jamak dikatakan, pengalaman adalah guru yang terbaik. Bagaikan seorang guru, pengalaman dapat mengajarkan banyak hal kepada ‘murid’-nya. Akan menjadi lebih baik jika ‘guru’ itu tidak hanya memperluas pengetahuan satu orang murid saja, melainkan sebanyak mungkin murid. Demikian juga pengalaman pribadi dapat menjadi guru bagi kita yang membacanya.”
Perjalanan Wu Da Ying memang penuh lika-liku, mulai dari lahir dan dibesarkan di daerah Lumajang yang terletak di dekat kaki Gunung Semeru, Jawa Timur hingga akhirnya menjadi ilmuwan biokimia di Kanada yang karyanya mendunia. Tragedi tahun 1965 menantangnya untuk bangkit, membuang cara pandang lama dan menembus badai menuju hidup baru. Sepanjang hidupnya sang penulis berusaha mengatasi berbagai macam tantangan dan hambatan dalam suatu pengembaraan panjang mengatasi rasisme, tinggal di negeri orang, sekaligus mempelajari sebuah cabang ilmu pengetahuan yang sangat spesifik yakni Biokimia.
“Di sepanjang hidupku, selain kerabat, aku bertemu banyak teman baru dan orang-orang yang luar biasa. Aku bertemu mereka ketika berjuang sebagai pelajar dan seorang imigran baru yang berupaya mengukuhkan pijakan di negara baru. Aku tidak membawa ketrampilan atau kekayaan apapun, hanya keyakinan bahwa pendidikan adalah penyelamatku.” Tulis Wu Da Ying, Ph.D.
Tidak tersedia versi lain